AYIE ARZHA EXPLOSION PEACE

Rabu, 21 Mei 2014

14 Siswa SMA/SMK Tak Lulus

SANGATTA - Target kelulusan 100 persen untuk Ujian Nasional (UN) SMA/SMK di Kutai Timur (Kutim) gagal. Pasalnya, sebanyak 14 siswa dari 5 sekolah di kabupaten ini dinyatakan tak lulus. Penyebabnya karena hasil nilai UN dari masing-masing siswa tersebut tidak memenuhi ketentuan syarat kelulusan.
 
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim Iman Hidayat didampingi Iman didampingi Kabid Pendidikan Menengah Ashari dan Kasi Kurikulum Susiawan Widodo, mengatakan meski tingkat kelulusan siswa SLTA sederajat tahun ini tidak 100 persen, namun hasilnya meningkat dibanding tahun lalu. Sebab, tahun lalu jumlah siswa yang dinyatakan tidak lulus berjumlah 20 orang.
 
Berdasarkan data Disdik Kutim, dari 1.403 siswa SMK yang dinyatakan tidak lulus ada 2. Sedangkan untuk SMA dari 1.287 siswa yang tidak lulus ada 12 orang, yang terdiri dari 7 orang dari jurusan IPS dan 5 orang jurusan IPA. (selengkapnya lihat grafis)
 
Dia menerangkan, menurunnya angka ketidaklulusan siswa SLTA sederajat tahun ini karena beberapa faktor. Di antaranya, persiapan yang maksimal dilakukan pihak sekolah jauh sebelum pelaksanaan UN, sehingga para siswa mampu menguasai materi yang diujikan. Selain itu, tidak adanya keterlambatan dalam proses pelaksanaan UN juga menjadi pendukung tingginya angka kelulusan tahun ini.
 
“Kalau tahun lalu, karena UN beberapa kali ditunda, sehingga mengganggu konsentrasi siswa. Kalaupun ada siswa yang tak lulus, itu karena nilai UN-nya yang kurang,” sebut Susiawan.
 

Disinggung terkait nasib 14 siswa yang tak lulus, Susiawan mengakui, masih ada cara lain untuk tetap bisa mendapatkan kelulusan. Yakni dengan mengikuti ujian penyetaraan untuk tingkat SLTA sederajat atau ujian paket C yang dijadwalkan pada Agustus 2014 mendatang.

sumber : kaltimpost
readmore »»  

Presidium Kalimantan Unjuk Rasa Tuntut Izin Tambang Ilegal Dicabut

Demo Tambang Ilegal
Demo Tambang Ilegal
Sangatta, - Ratusan massa gabungan dari LSM, Ormas dan OKP kalimantan Timur yang menatasnamakan dirinya Presidium Gerakan Perjuangan Masyarakat Kalimantan menggelar aksi Unjuk rasa didepan Kantor DPRD Kutim, Senin (19/5/2014).

Dalam orasi aksi damai itu, mereka menuntut agar izin tambang ilegal yang ada di Kutai Timur segera dicabut. Aksi tersebut berlansung sekitar 50 menit. Selain menggelar Spanduk massa juga mengelar orasi didepan kantor DPRD Kutim.
”Isran Noor harus berani menghadapi penjahat tambang asing, pemerintah pusat untuk negara harus menang menghadapi Curhcil (PT Nusantara Energi Group) ”teriakan Koordinator Lapangan.
Massa yang berasal dari Samarinda tersebut tiba di Kawasan Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, Kutim menumpangi tiga unit bus nopol KT 7799 WH, KT 7799 WI dan KT 7799 WG dipimpin langsung Ketua Presidium Gerakan Perjuangan Masyarakat Kalimantan Abraham Inga bersama sekretarisnya, Artha Mulya.
Aksi tersebut tidak hanya dilakukan dikantor DPRD Kutim, Massa juga melakukan Aksi di Kantor Bupati Kutim dan polres Kutim dengan tuntutan yang sama.
Koordinator aksi Abraham Inga mengatakan adanya indikasi sumber daya alam (SDA) tereksploitasi tak terkendali hingga merusak lingkungan yang sudah sangat memprihatinkan. Juga adanya izin-izin tambang yang dikeluarkan Bupati Kutim jatuh ketangan asing, dan itu bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33, yang isinya SDA digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia, bukan orang asing.
“Dan, kami menuntut bupati Kutim harus berani mencabut izin-izin IUP (izin usaha pertambangan, Red) yang dikeluarkan pemerintah yang terindikasi telah dijual kepada asing seperti PT Nusantara Energi Group,” tegas Abraham Inga di hadapan personel Polres, Satpol PP dan pejabat Pemkab Kutim lainnya.
Dia mengatakan, masyarakat Kaltim mengusulkan agar tambang dikembalikan ke negara dan dikelola perusahaan domestik seperti BUMN, BUMD, koperasi dan Kadin, agar lebih bermanfaat demi kesejahteraan rakyat Indonesia, dan khususnya masyarakat Kaltim. “Izin tambang yang jatuh ketangan asing sangat merugikan Indonesia.Curhcil saja negara merugi sekira 20 triliun rupiah tiap tahun. Kalau pemerintah tidak segera menertibkan maka kami akan bergerak sendiri di lapangan,” ancam Abraham Inga.

Di hadapan pendemo,Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan, Pemkab Kutim atas nama Indonesia tidak gentar siap melawan perusahaan tambang asing Curhcil baik secara perdata maupun pidana. “Ini dukungan pertama dari Presidium. Dukungan pihak lain masih diharapkan. Bersama kompak hadapi tambang ilegal pasti bisa. Pidana tidak bisa lagi ditawar-tawar lagi. Bahkan sidang arbitrase di Singapura, Isran Noor menghadapinya,” ungkap Ardiansyah Sulaiman ketika dialog singkat dengan demonstran menjawab keseriusan Pemkab dalam penegakan aturan perundang-undangan yang berlaku. Wabup Kutim didampingi Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekkab Mugeni menyambut baik pemuda Kaltim dalam menegakan panji-panji kebenaran dan keadilan di sektor pertambangan di bumi etam Kutim untuk kemakmuran rakyat Indonesia.


sumber : wartakutim 
readmore »»  

Kutim Targetkan Juara Umum

SANGATTA  -  Kutai Timur (Kutim) selaku tuan rumah pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-36 Provinsi Kaltim-Kaltara, mengerahkan kafilah berjumlah 93 orang. Kutim mengikuti semua cabang yang dilombakan dan menargetkan menjadi juara umum.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kutim Mugeni menyatakan, target itu wajar dilontarkan oleh tuan rumah, mengingat semua peserta sudah menyatakan kesiapan untuk berjuang secara maksimal.

“Persiapan dilakukan sejak jauh hari dan cukup matang. LPTQ Kutim mulai persiapan sejak MTQ tingkat kabupaten pada Februari lalu. Peserta yang ikut merupakan yang terbaik, setelah melalui seleksi ketat,” kata Mugeni.

Pihaknya menyadari pada MTQ Provinsi Kaltim tahun lalu, Kutim masih jauh dari harapan. Tapi dengan pembenahan yang dilakukan melalui kerja sama semua pihak, Kutim diharapkan memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah, sehingga meraih juara di setiap cabang yang dipertandingkan.

Kafilah Kutim yang berjumlah 93 orang tersebut, mengikuti berbagai cabang lomba. Mulai tilawah golongan remaja, dewasa, dan tunanetra. Cabang tilawah golongan tartil, anak-anak, dan qiraat mujawaad, cabang tahfiz golongan 1 juz dan tilawah, 5 juz dan tilawah serta 10 juz. Cabang tahfiz golongan 20 juz, 30 juz dan tafsir. Selanjutnya, cabang MSYQ, cabang musabaqah fahmil quran dan cabang lomba lainnya.

"Diharapkan Kutim mampu meraih gelar juara umum. Itulah yang diidam-idamkan seluruh masyarakat Kutim kepada semua qari dan qariah. Ini adalah momentum yang pas, karena Kutim menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ. Ibarat permainan sepak bola, mumpung di kandang sendiri mengapa tidak pusatkan kekuatan untuk meraih gelar juara umum," terang Asisten Kesra Kutim ini.

Menurutnya, Alquran adalah panduan hidup bagi umat dan wajib untuk diyakini sebagai berkah yang diberikan Allah SWT pada hamba-hamba-Nya.
"Dengan segala berkah dan rahmat dari Allah SWT, kami berharap seluruh kafilah dari kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara mampu menjadi cahaya pelanjut risalah Rasullullah.

Walaupun MTQ merupakan ajang perlombaan mencari yang terbaik, namun sesungguhnya tugas paling penting adalah terus membumikan Alquran di tanah Kalimantan. Selain itu, gunakan ajang MTQ Provinsi untuk menjalin ikatan tali silaturahmi sesama umat Nabi Muhammad SAW," pungkasnya. 


sumber : kaltimpost
readmore »»  

MTQ XXXVI Hari Pertama Berjalan Lancar

MTQ Hari Pertama Berjalan Lancar

SANGATTA - Seluruh lomba yang dilaksanakan pada hari pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-36 tingkat Provinsi Kaltim-Kaltara berlangsung lancar. Dari pantauan media ini, seluruh rangkaian kegiatan seperti di Aula Bappeda tempat dilaksanakannya tahfiz 20, 30 juz, dan tahfiz 1, 5, tilawah, dan 10 juz berjalan tanpa kendala. Begitu pula suasana di Gedung Wanita tempat pelaksanaan Musabaqah Fahmil Quran juga lancar.

Selanjutnya lomba tartil, tilawah anak-anak, dan qiraat di Gedung BP2T dan lomba Musabaqah Makalah Alquran di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim juga berlangsung lancar, diawasi oleh dewan hakim masing-masing. Sementara itu, lomba kaligrafi yang diselenggarakan di lantai 1 Gedung Serba Guna (GSG) tampak hening, karena seluruh peserta terlihat berkonsentrasi tinggi mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.

Beberapa pejabat Pemkab Kutim menyempatkan waktu menyaksikan lomba MTQ, khususnya yang berdekatan dengan tempat kerja mereka. Seperti di Aula Bappeda, GSG dan di Ruang Meranti Setkab Kutim yang dijadikan arena Musabaqah Syarhil Quran.



Lancarnya penyelenggaraan babak penyisihan hari pertama juga terlihat pada pelaksanaan lomba tilawah remaja, dewasa, dan cacat netra di Masjid Agung. Tidak ada laporan terkait kendala teknis sarana dan prasarana selama kegiatan pada hari pertama lomba kemarin.

Sumber : kaltimpost
readmore »»  

Minggu, 18 Mei 2014

MTQ XXXVI TINGKAT PROVINSI KALTIM DAN KALTARA



Pawai Ta’aruf MTQ ke-36 Tingkat Provinsi Tahun 2014

Sebelum musabaqah tilawatil quran resmi dibuka, diselenggarakan ~ ta’aruf keliling kota: Yang di ikuti oleh semua peserta dari seluruh 14 kabupaten kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur.

Kemeriahan sangat terasa terlihat dari antusias peserta yang ikut sebagai penyemangat untuk menambah percaya diri di saat lomba nanti berlangsung.


Suasana Pendaftaran MTQ Tingkat Provinsi Ke 36 Di Kutai Timur


Kendaraan Oprasional Yang Digunakan Untuk Kelancaran Kegiatan MTQ Provinsi Ke 36 di Kutai Timur


Penyambutan Kafilah


penyambutan khafilah telah ditunggu sejak rabu malam oleh para panitia LPTQ MTQ kutim sebagai tuan rumah, mengawali kedatangan dari kecamatan Bulungan Sekitar jam 1 dini hari.

Wakil Bupati Kutim Ardiansyah sulaiman, Pimpinan SKPD, kepala Bagian dan badan serta jajaran panitia MTQ ke-36 menyabut khafilan dari samarinda di Rumah makan diponegoro, sambutan diiringi dengan prosesi pemberian shal atau marchedise oleh wabup kepada pimpinan khafilah, Kamis (15/5).

wabup mempersilahakan robongan untuk berehat sejenak sambil menyantap hidangan yang telah disediakan oleh panitia, oboral hangat dan candaan pun terlotar dari wabup saat menemani para rombongan Khafilan sembari menikmati santap siang.

waktu 2.00 wita kamis itu masih ada tersisa 4 khafilah yang masih dinanti kedatangannya yaitu, Kecamatan Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kecamatan Kutai Barat dan Kecamatan Nunukan.

Warga Kutim Dihimbau Dukung MTQ

Bupati Isran Noor dan wakil bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi ketua LPTQ Mugeni dan sejumlah pejabat lainnya,

ketika melakukan peninajuan arena berlangsungnya MMTQ ke-36 tingkat provinsi yang dipusatkan di kawasan pusat perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta (Foto ronall/humas )

Kegiatan Musabaqah Tillawatil Quran (MTQ) tingkat provinia Kaltim ke-36 yang berlangsung pada 15-24 Mei, bakal dipusatkan dikawasan pusat perkantoran Bukit Pelangi Sangatta. Sedangkan acara pembukaan dan penutupan dilaksanakan di masjid Agung di komplek yang sama.

AGAR kegiatan syiar Islam ini meriah dan sukses, masyarakat diminta ikut terlibat dan mendukung perhelatan akbar yang digelar tiap tahun tersebut. Umbul-umbul dan spanduk hendkanya dipasang di berbagai lokasi yang isinya dukungan terhadap kegiatan MTQ tersebut.

Diberbagai kesempatan, Wakil Bupati Ardiansyah mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat ikut berpartisipasi dan mendukung kegiatan tersebut. Bahkan saat memberikan sambutan pada acara Isra Miraj di masjid Agung yang menghadirkan ustadz Solmed beberapa waktu lalu, Wabup juga mengajak kepada seluruh masyarakat ikut mendukung selama kegiatan MTQ berlangsung.
“MTQ akan dibuka pada 18 Mei mendatang dan ditutup 24 Mei. Kegiatan ini banyak yang bisa kita ambil hikmahnya. Mulai pelajaran membaca Alquran dan sebagainya. Termasuk kegiatan expo yang mendukung MTQ, sehingga masyarakat diminta ikut mendukung dan meramaikannya,” kata Wabup Ardiansyah.

Kegiatan MTQ Provinsi kali ini mengusung tema “MTQ XXXVI tahun 2014 Provinsi Kalimantan Timur kita tingkatkan pengamalan Al-Quran sebagai dasar membangun daerah yang religius, unggul dan harmonis dalam kesejahteraan lahir dan batin”. Dukungan tidak hanya sebatas meramaikan saja namun mendukung Pemkab Kutim agar dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh kafilah-kafilah asal Kabupaten/Kota se-Kaltim dan Kaltara.
“Kita berharap pelaksanaan kegiatan MTQ Provinsi yang bertempat di Kutim dapat berjalan dengan lancar dan sesuai keinginan semua pihak. Semua itu dapat terjadi apabila warga dapat menunjukkan jati diri kita sebagai warga Kutim, yang memang dikenal ramah, baik, dan selalu tersenyum pada semua orang,” ucap mantan wakil ketua DPRD Kutim ini.
Untuk tempat arena pelaksanaan MTQ dibagi pada beberapa venue, untuk arena pembukaan dan penutupan MTQ serta arena utama tilawah remaja, dewas dan cacat netra di tempatkan di Masjid Agung Bukit Pelangi. Sementara Gedung Serba Guna (GSG) akan dibagi beberapa kegiatan, untuk Musabaqah Kaligrafi Al-Quran (MKQ) di tempatkan di lantai 1. Lantai 2 sebagai pusat sekretariat panitia MTQ di ruang Damar, lantai 2 ruang Gaharu digunakan sebagai tempat verifikasi peserta. Salah-satu ruangan di kantor Bupati yakni ruang Meranti, akan digunakan sebagai arena Musabaqah Syahril Quran (MSQ).

Salah satu venue memakai rumah jabatan Bupati, yakni dipergunakan bagi Musabaqah Makalah Al-Quran (MMQ). Arena Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) ditempatkan di Gedung TP. PKK yang berada di Jl. Baharrudin Lopa. Aula Bappeda II akan diperuntukkan bagi arena Tahfidz 20, 30 juz dan tafsi. Lalu aula Bappedda I untuk arena tahfidz 1,5 tilawah dan 10 juz. gedung BP2T menjadi arena tartil, tilawah anak-anak dan qiraat.
Sedangkan Kabag Humas Setkab Kutim Muhtar mengatakan, selama kegiatam MTQ, akan ada pameran yang menjadi salah-satu terobosan dan bisa dinikmati seluruh masyarakat. Kegiatan pameran akan digelar di Gedung Graha Expo Center sebagai arena pameran MTQ Provinsi. “Pameran ini diikuti peserta dari 14 kabupaten/kota serta provinsi, termasuk seluruh SKPD di Kutim dan berbagai pihak swasta termasuk Perbankan,” kata Muhtar.
Menurutnya, ada 80 stand yang dipersiapkan di Gedung Graha Expo Center. Pihak panitia akan mengemas berbagai kegiatan hiburan, tradisional dan modern. Mulai dari live music dari band akuistik, lomba busana muslim anak-anak dan remaja, serta berbagai kegiatan yang hiburan dengan tema keislaman.

“Kepada seluruh masyarakat baik dari Kutim maupun luar Kutim untuk dapat menghadiri kegiatan MTQ ke-36 Provinsi yang dikemas dengan meriah,” tandas mantan Sekretaris Penanggulangan bencana ini. (kmf3)







18 Mei Gubernur Buka MTQ di Sangatta


SANGATTA- Wakil Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman selaku Ketua harian Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 36 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengatakan, kesiapan Kutim selaku tuan rumah sudah matang. Menurut rencana, pembukaan dilakukan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada 18 Mei malam, di masjid Agung, kawasan Bukit Pelangi.
Menurutnya, mulai dari penyiapan lokasi utama pembukaan dan penutupan MTQ di Masjid Agung Komplek Islamic Center, Bukit Pelangi, venue pertandingan, hingga masalah akomodasi di seluruh hotel representatif di ibukota Sangatta dan transportasi bagi para kafilah serta tamu VIP sudah tidak ada masalah. “Kutim siap sebagai tuan rumah! Semua sudah dimatangkan, semoga tidak ada kendala dan kegiatan MTQ ke 36 Provinsi Kaltim di Kutim ini bisa terlaksana dengan baik dan sukses,” kata Ardiansyah Sulaiman.

Berbagai tugas untuk menyiapkan kebutuhan penyelenggaraan MTQ sudah dibagi dibawah koordinasi beberapa koordinator. Seperti seksi upacara, penerima tamu, malam ta’ruf dan pawainya. Kemudian seksi keamanan, pengerah massa, seksi publikasi dan dokumentasi, transportasi, hingga seksi kebersihan,” jelas Ardiansyah belum lama ini.

Karena ada kegiatan expo selama MTQ maka juga dibentuk seksi pameran. Seksi arena dan perlengkapan, seksi dekorasi, dana dan hibah, akomodasi, konsumsi, kesenian serta seksi kesekretariatan, musabaqah dan kesehatan. Dijelaskan olehnya sesuai jadwal yang telah ditentukan, ranghkaian kegiatan MTQ tahun ini sudah akan dimulai sejak hari Kamis 15 Mei mendatang. Dimulai dengan penerimaan kafilah dari masing-masing daerah secara resmi oleh tuan rumah di Gedung Serba Guna, Bukit Palangi, dilanjutkan pendaftaran masing-masing peserta. Kegiatan dimaksud berlangsung hingga keesokan harinya ditempat yang sama.

Pada tanggal 17 Mei dilanjutkan pawai ta’aruf pagi hari dan malam ta’aruf pada pukul 20.00 wita. Kegiatan di hari Minggu (18/5) meliputi rapat lengkap dewan hakim sekaligus pembekalan di Ruang Meranti-Kantor Bupati, pembukaan pameran MTQ di Expo Center pada pukul 10.30 wita. Siang hari dilanjutkan techinal meeting dan pengumuman hasil verifikasi peserta serta pengambilan nomor peserta. Kemudian penentuan maqra tartil, tilawah anak-anak, remaja, qira’at, tahfizh 1, 5 juz dan tilawah sejak pukul 16.00 wita hingga selesai.

“Rangkaian acara pembukaan MTQ dilaksanakan Minggu 18 Mei (bukan 17 Mei), dimulai sejak pukul 20.00 wita. Menurut rencana akan dibuka Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Masjid Agung Komplek Islamic Center, Bukit Pelangi,” jelas Ardiansyah Sulaiman.
Kemudian masih sesuai jadwal, menurut Wabup, usai pembukaan kegiatan akan dilanjutkan pad ahari berikutnya yakni babak penyisihan MTQ hingga kurang lebih tiga hari. Berikutnya 21 Mei masuk babak semi final dan 22 Mei masuk babak final. Sedangkan acara penutupan akan diselenggarakan pada hari Sabtu 24 Mei 2014.



Sumber : humaskutim
readmore »»  

Jumat, 11 Oktober 2013

Expo HUT Kabupaten Kutai Timur

Expo dan Pameran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur tahun 2013 diikuti 247 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, swasta, perbankan dan pelaku UMKM.

Ketua Panitia HUT ke-14 Kutai Timur H Mugeni, Rabu, mengatakan Expo 2013 yang dibuka Selasa (8/10) akan berakhir pada 12 Oktober 2013.

Menurut dia, pesertanya berasal dari semua kantor SKPD, 18 kecamatan, BUMN, BUMD dan UMKM dan perbankan, serta TNI dan Polri, dengan total 147 stan. 

"Banyak sekali produk unggulan daerah dan hasil para UMKM yang ditampilkan, juga makanan khas daerah disajikan dalam event tahun ini," kata Mugeni.

Ia juga mengatakan bahwa selama expo dan pameran juga setiap malam ada hiburan rakyat, artis ibukota dan lokal serta tarian tradisional serta banyak sekali hasil karya masyarakat Kutai Timur yang menarik untuk dikunjungi. 

Sementara itu, sebelumnya Bupati Kutai Timur Isran Noor mengatakan melalui Expo dan Pameran ini, masyarakat bisa mengetahui kemajuan dalam berbagai sektor, baik bidang pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah melalui masing-masing satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun kontribusi pihat swasta serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kabupaten Kutai Timur dengan umur 14 tahun, kata Isran, ibarat masih belum dewasa, kalau disamakan dengan umur seorang manusia. 

Tetapi dengan kondisi itu, katanya, sudah cukup banyak karya dan kontribusi untuk kepentingan masyarakat bahkan peran kutim dalam pembangunan bangsa dan negara.

Salah satu keberhasilan yang dicapai sejak tahun 2008, tingkat kemiskinan masyarakat mencapai 30 persen dan pada tahun 2012 tinggal 6,1 persen. 

"Artinya dalam waktu kurang lima tahun pengurangan tingkat kemiskinan di daerah ini luar biasa hingga mencapai angka 23,9 persen," katanya.

Ia menambahkan, sebanyak 6 persen dari angka itu yang tercatat sebagai warga miskin adalah warga migrasi atau pendatang di mana tercatat sebagai warga yang belum memperoleh penghasilan dan belum memiliki tempat tinggal yang permanen, sedangkan masyarakat lokal sudah lumayan kehidupannya. 

Isran mengatakan melalui kegiatan expo dan pameran itu pihaknya ingin memperlihatkan keberhasilan pembangunan kepada rakyat Kutai Timur. 

"Melalui Expo dan Pameran ini, masyarakat bisa melihat apa dan bagaimana hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah daerah," katanya.

Pada pembukaan Expo dan Pameran itu hadir antara lain Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Alfian Aswat, seluruh Kepala Dinas lingkup Pemkab Kutim, Danlanal Letkol Sigit Sugianto, Dandim 0909/SGT Letkol Inf Andi Gunawan, Kapolres AKBP Edgar Diponegoro dan sejumlah pimpinan perbankan. 
(KR-ADI/A041)


Sumber : http://www.antaranews.com/berita/399684/expo-hut-kutai-timur-diikuti-247-peserta
readmore »»  

Pemerintah Pusat Dinilai Kurang Peduli Terkait Masalah TNK

SANGATTA, Tidak ada satu pun kawasan konservasi di Indonesia yang bebas sama sekali dari konflik ruang dengan permukiman dan pertanian masyarakat, termasuk di Taman Nasional Kutai. Demikian pandangan yang disampaikan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kutai Timur, Agiel Suwarno.

Ia menilai, anggapan bahwa ancaman utama terhadap keutuhan kawasan konservasi diakibatkan oleh masyarakat tidaklah selalu tepat. Dan dalam banyak kasus, ancaman itu justru berasal dari institusi pemerintah sendiri baik di tingkat pusat maupun daerah otonom.

"Oleh karena itu, cara pandang dan paradigma mengenai penyebab degradasi hutan maupun model pengelolaan kawasan konservasi haruslah dirubah," kata Agiel, dalam sesi pandangan akhir Fraksi AKSI DPRD Kutim terhadap RAPBD-P 2013.

Pada tahun 2007 dibentuk tim terpadu untuk mempercepat penyelesaian di TNK. Kajian tim terpadu tersebut menghasilkan tiga penyelesaian permasalahan TNK, khususnya masalah pemukiman, yaitu zona khusus sebagai pilihan utama, pemindahan penduduk, dan perubahan peruntukkan.

Skenario atas tiga penyelesaian TNK, terutama untuk zona khusus maka berdampak pada kepentingan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan perluasan industri tidak terakomodasi. Begitu juga dengan dua pilihan lainnya yaitu pemindahan penduduk dan perubahan peruntukkan sulit untuk dilakukan.

"Pada kasus penyelesaian permasalahan di TNK seperti terlihat bahwa Pemerintah Pusat tidak mau perduli dengan apa yang terjadi di TNK, padahal kita ketahui bersama bahwa kewenangan TNK itu berada di Pusat (Departemen Kehutanan RI)," katanya.

Dampak dari ketidakpedulian pemerintah pusat tersebut dinilainya terjadi juga di pemerintahan daerah, terutama dalam hal pengalokasian anggaran pembangunan infrastruktur di kawasan pemukiman atau di Desa.

Padahal dari proses-proses yang telah dilakukan, dimana DPRD dan pemerintah Kabupaten Kutai yang berada di Tenggarong ketika itu dengan dukungan DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi serta restu dari Menteri Dalam Negeri, kawasan-kawasan itu berkembang menjadi desa definitif.

Dibentuklah kemudian Desa Sangatta Selatan, Desa Sangkima, Desa Teluk Pandan dan Desa Singa Geweh. Resminya di TNK terdapat 4 desa definitif yang statusnya sama dengan desa yang lain. "Pemerintah daerah dalam pembangunan mestinya memperlakukan mereka sama dengan desa yang lain seperti berhak mendapat KTP serta fasilitas yang memadai sebagaimana desa pada umumnya," katanya.

Hal tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang tentang Hak Asasi Manusia dimana disebutkan pengakuan kebebasan dasar kehidupan baik individu maupun kolektif baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan aspek lainnya termasuk pemerataan pembangunan.

"Meskipun daerah pemukiman tersebut di dalam kawasan konservasi yang tidak boleh ditinggali dan juga bertentangan dengan undang-undang (UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya), pemerintah daerah harus berani dan tegas mengambil tindakan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur," katanya

Sumber : Tribunkaltim
readmore »»  
 

Explosion:
Thanks To Join