SANGATTA - Target kelulusan 100 persen untuk Ujian
Nasional (UN) SMA/SMK di Kutai Timur (Kutim) gagal. Pasalnya, sebanyak
14 siswa dari 5 sekolah di kabupaten ini dinyatakan tak lulus.
Penyebabnya karena hasil nilai UN dari masing-masing siswa tersebut
tidak memenuhi ketentuan syarat kelulusan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim Iman Hidayat didampingi Iman
didampingi Kabid Pendidikan Menengah Ashari dan Kasi Kurikulum Susiawan
Widodo, mengatakan meski tingkat kelulusan siswa SLTA sederajat tahun
ini tidak 100 persen, namun hasilnya meningkat dibanding tahun lalu.
Sebab, tahun lalu jumlah siswa yang dinyatakan tidak lulus berjumlah 20
orang.
Berdasarkan data Disdik Kutim, dari 1.403 siswa SMK yang dinyatakan
tidak lulus ada 2. Sedangkan untuk SMA dari 1.287 siswa yang tidak lulus
ada 12 orang, yang terdiri dari 7 orang dari jurusan IPS dan 5 orang
jurusan IPA. (selengkapnya lihat grafis)
Dia menerangkan, menurunnya angka ketidaklulusan siswa SLTA sederajat
tahun ini karena beberapa faktor. Di antaranya, persiapan yang maksimal
dilakukan pihak sekolah jauh sebelum pelaksanaan UN, sehingga para siswa
mampu menguasai materi yang diujikan. Selain itu, tidak adanya
keterlambatan dalam proses pelaksanaan UN juga menjadi pendukung
tingginya angka kelulusan tahun ini.
“Kalau tahun lalu, karena UN beberapa kali ditunda, sehingga
mengganggu konsentrasi siswa. Kalaupun ada siswa yang tak lulus, itu
karena nilai UN-nya yang kurang,” sebut Susiawan.
Disinggung terkait nasib 14 siswa yang tak lulus, Susiawan mengakui,
masih ada cara lain untuk tetap bisa mendapatkan kelulusan. Yakni dengan
mengikuti ujian penyetaraan untuk tingkat SLTA sederajat atau ujian
paket C yang dijadwalkan pada Agustus 2014 mendatang.
sumber : kaltimpost



Tidak ada komentar:
Posting Komentar