SANGATTA
-
Kutai Timur (Kutim) selaku tuan rumah pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)
ke-36 Provinsi Kaltim-Kaltara, mengerahkan kafilah berjumlah 93 orang. Kutim
mengikuti semua cabang yang dilombakan dan menargetkan menjadi juara umum.
Ketua
Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kutim Mugeni menyatakan, target itu
wajar dilontarkan oleh tuan rumah, mengingat semua peserta sudah menyatakan
kesiapan untuk berjuang secara maksimal.
“Persiapan
dilakukan sejak jauh hari dan cukup matang. LPTQ Kutim mulai persiapan sejak
MTQ tingkat kabupaten pada Februari lalu. Peserta yang ikut merupakan yang
terbaik, setelah melalui seleksi ketat,” kata Mugeni.
Pihaknya
menyadari pada MTQ Provinsi Kaltim tahun lalu, Kutim masih jauh dari harapan.
Tapi dengan pembenahan yang dilakukan melalui kerja sama semua pihak, Kutim
diharapkan memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah, sehingga meraih juara di
setiap cabang yang dipertandingkan.
Kafilah
Kutim yang berjumlah 93 orang tersebut, mengikuti berbagai cabang lomba. Mulai
tilawah golongan remaja, dewasa, dan tunanetra. Cabang tilawah golongan tartil,
anak-anak, dan qiraat mujawaad, cabang tahfiz golongan 1 juz dan tilawah, 5 juz
dan tilawah serta 10 juz. Cabang tahfiz golongan 20 juz, 30 juz dan tafsir.
Selanjutnya, cabang MSYQ, cabang musabaqah fahmil quran dan cabang lomba
lainnya.
"Diharapkan
Kutim mampu meraih gelar juara umum. Itulah yang diidam-idamkan seluruh
masyarakat Kutim kepada semua qari dan qariah. Ini adalah momentum yang pas,
karena Kutim menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ. Ibarat permainan sepak bola,
mumpung di kandang sendiri mengapa tidak pusatkan kekuatan untuk meraih gelar
juara umum," terang Asisten Kesra Kutim ini.
Menurutnya,
Alquran adalah panduan hidup bagi umat dan wajib untuk diyakini sebagai berkah
yang diberikan Allah SWT pada hamba-hamba-Nya.
"Dengan
segala berkah dan rahmat dari Allah SWT, kami berharap seluruh kafilah dari
kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara mampu menjadi cahaya pelanjut risalah
Rasullullah.
Walaupun
MTQ merupakan ajang perlombaan mencari yang terbaik, namun sesungguhnya tugas
paling penting adalah terus membumikan Alquran di tanah Kalimantan. Selain itu,
gunakan ajang MTQ Provinsi untuk menjalin ikatan tali silaturahmi sesama umat
Nabi Muhammad SAW," pungkasnya.
sumber : kaltimpost



Tidak ada komentar:
Posting Komentar