AYIE ARZHA EXPLOSION PEACE

Jumat, 01 Februari 2013

Tak Ada Trayek, Pasar Induk Sepi Pembeli


Pemerintah Membiarkan Pedagang Berjualan di Teluk Lingga

SANGATTA – Perpindahan pedagang dari tempat lama ke Pasar Induk Sangatta Utara di Jalan Pendidikan menuai kritikan. Kendati mengikuti anjuran pemerintah untuk direlokasi, namun setelah sebulan mendiami pasar baru,  banyak pedagang malah mengalami kerugian.

Itu didasari belum adanya jalur angkutan umum masuk ke pasar induk. “Kami rugi 70 persen dibanding saat jualan di Teluk Lingga. Dulu kami bisa dapat keuntungan Rp 12 juta per bulan, sekarang selama sebulan tidak mencapai Rp 3 juta. Meskipun kami menyewa tempat di Teluk Lingga, kami masih untung. Tapi sekarang  rugi,” kata Perwakilan Pedangan Pasar Induk Sangatta pimpinan Noor Kasim.

Agar pasar induk bangkit, Noor berharap pemerintah segera mengalihkan lalu lintas angkutan kota ke pasar induk. “Ini persoalan perut. Sampai kapan kami harus merugi. Karena itu kami minta lalu lintas dialihkan ke pasar induk agar pasar ini ramai,” jelas Noor.

Tidak hanya itu, faktor lain sepinya pengunjung karena masih ada sebagian pedagang berjualan di pasar lama Teluk Lingga.  Padahal,  Wakil Bupati Ardiansyah sempat mengatakan jika pasar di Sangatta hanya dua yakni Pasar Induk Sangatta Utara dan Pasar Sangatta Selatan.

Nah,  yang patuh anjuran pemerintah sudah sejak lama pindah. Namun nampaknya tidak ada tindakan nyata di lapangan agar pedagang lama dapat didorong mendiami pasar induk. Bahkan pedagang yang masih berada di Pasar Teluk Lingga dibiarkan saja.

“Yang masalah, karena Pasar Teluk Lingga masih operasi. Tolong ditertibkan, kalau memang masih ada yang jualan di sana, cabut saja kepemilikannya di pasar induk. Karena dalam perjanjian antara pedangan dan pemerintah itu memang dicantumkan, jika tak digunakan dicabut.  Tolong tegakkan aturan, karena akibat mereka masih jualan di sana, tak ada pembeli masuk pasar induk,” jelas Noor.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kutim Johansyah Ibrahim ditemui di kantor Bupati    mengatakan pengalihan lalu lintas angkutan kota, siap berjalan dalam beberapa hari ini ke depan. “Kami sudah surati Organda. Untuk  pemilik trayek Jalan Pendidikan yang tak mau menggunakan rute itu, segara dicabut.  Jadi pengalihan lalu lintas dalam waktu dekat bergulir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Arief Yulianto beberapa hari lalu mengakui jika sampai tiga bulan petak pasar tidak ditempati, maka akan kepemilikan dicabut, dan diberikan pada pedagang yang masih dalam daftar tunggu. “Kami akan cabut kalau memang mereka tidak mau pakai,” imbuhnya.

Sumber : kaltimpost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Explosion:
Thanks To Join